My Party

Monday, August 13, 2018

Berbagai Tema Dekorasi 17 Agustus yang Unik

Bulan Agustus merupakan bulan yang spesial bagi seluruh rakyat Indonesia. Bagaimana tidak? Agustus merupakan bulan dimana di setiap daerah, mulai dari tingkat RT, tingkat RW, tingkat Desa atau tingkat Keluarahan hingga tingkat nasional mulai nampak mempercantik diri dengan berbagai dekorasi Agustus guna menyambut HUT Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus. Dekorasi Agustusan merupakan pemandangan tahunan yang sangat menarik yang hanya terdapat di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Berbagai tema dekorasi 17an yang unik pun dapat dilihat mulai di setiap gang, jalan jalan desa, jalan jalan kecamatan hingga di setiap blok komplek perumahan.
logoblog

Wednesday, August 1, 2018

Jika Ini Waktuku


Ketika langit membisu
Ketika tanah tak bergeming
Ketika dingin membius malam yang tak bersuara
Dan ketika angin membawa sang selendang senja

               Detak jantungku seakan melemah
               Nadiku seakan berhenti berdenyut
               Senyumku memudar terhapus air mata
               Inikah saatku pergi

Meninggalkan sejuta warna
Meski usang tapi tak luput dari sejarah
Inikah batas waktuku
Meninggalkan seribu cerita dalam balutan cinta penuh luka

               Jika memang ini waktuku
               Izinkan dan ikhlaskan kepergianku
               Tersenyumlah agar aku bahagia
               Menuai cinta bersama sang belahan jiwa
               Mengobati rindu yang terbelenggu dimakan waktu
logoblog

Kerinduan


Kala malam bercahaya terang
Bulan ditemani bintang-bintang berkelipan
Seraut wajah tersenyum dalam ketenangan
Kuterpaku menatapnya

                Ada setangkup haru dalam rindu
                Terbayang dalam binar matanya
                Sejuta cinta kasih yang tulus
                Kasih yang tak pernah putus

Nampak kerut tulang pipimu
Menggambarkan betapa berat perjuangan hidupmu
Kini kau tampak tua
Namun kau tetap tabah

                Ibu…
                Dalam hening sepi malam
                Kumerindu …
                Teringat canda tawamu kala kau melihat kelucuanku
                Marahmu kala aku membuatmu kesal
                Hardikmu kala aku membuat kesalahan
                Tangismu kala aku bersedih

Harumu kala aku bahagia
Namun ibu.. kini kau telah tiada
Belum sempat terbalaskan jasamu Ibu

logoblog

Puisi Untuk Ayah


Ayah, saat peluhmu menetes
Kau masih tetap tersenyum
Dinginnya malam yang menusuk tulang
Tak pula kau hiraukan
Terik mentari yang menyengat tubuhmu

Ayah, hari ini usiamu bertambah lagi
Andai aku bisa
Membuat hadiah terindah untukmu
Tapi, waktu tak bersahabat padaku
Kini hanya doa yang dapat kuhadiahkan
padamu.

logoblog

Ayah


Ayah…
Kau membanting tulang kurusmu
Menelan dahaga kehausan
Membungkuk di atas matahari
Merayap di kerikil setajam duri

                Ayah…
                Kau bertahan melawan waktu
                Walau langkahmu penuh pilu
                Tak pernah kau mengeluh
                Di setiap butiran peluh

Ayah…
Kau tak pernah membasahi matamu
Dengan penyesalan di raut wajahmu
Kau tak pernah berpaling dari kehidupan
Walau kegagalan memberatkan punggungmu

                Ayah…
                Kau selalu tersenyum
                Meski hati bersimpuh luka
                Kau selalu tertawa
                Meski kulit terbakar asa

logoblog

Nunggu Mobil Lewat


DODON íngín pergí ke tempat temannya, sí Acep, yang berada dí seberang jalan. Karena sayang banget sama Dodon, íbunya pun memberí nasíhat.

Ibu   : "Hatí-hatí dí jalan, ya Don! Kalo kamu mau nyebrang, tunggu mobíl lewat dulu."
Dodon : "Iya... Bu!  Dodon berangkat dulu."
Satu jam kemudían, Dodon pulang dengan menangís terísak ísak.
Ibu   : "Lho... kenapa kamu nangís, Don? Kamu bertengkar lagí sama Acep?"
Dodon : "Nggak kok, Bu!"
Ibu   : "Lha terus kenapa?"
Dodon : "Abísnya udah satu jam Dodon berdírí dí pínggír jalan nungguín mobíl lewat, tapí nggak ada mobíl yang lewat, Bu! Dodon capeek...!!"
Ibu   : "Oalah.. Don... Don...!”

logoblog

Awas Katipu


SAUR Psikolog, kapribadian jalma teh bisa ditingali tina hitutna.
1. Jalma teu jujur   : manehna nu hitut tapi sok nyalahkeun  batur.
2. Jalma koret        : hitutna sok saeutik-saeutik bari laun.
3. Jalma sombong : hitutna disada mani Tarik.
4. Jalma teu gaul   : lamun hitut sok nyumput eraeun.
5. Jalma sial          : batur nu hitutna, manehanana anu katempuhan.
6. Jalma bodo        : sok ngambeuan hitut batur.
7. Jalma pinter      : sok nudingkeun hitutna ka batur.
8. Jalma katipu     :  nyaeta sing jalma anu geus maca tulisan nu ngabahas hitut ieu. He…he…!
logoblog

Arti Sahabat


Diceritakan di sebuah kampung ada dua orang pemuda yang sudah bersahabat cukup lama, pada suatu hari mereka berjalan-jalan dan sempat berbincang-bincang.

Ucup: “ Asep kamu kan sahabat aku?”
Asep: “Iya, kenapa kamu tanya begitu?”
Ucup: “Kalo misalnya aku senang, apa yang kamu lakukan?”
Asep: “Ya ikut senanglah….!”
Ucup: ”Kalo misalnya aku sedih, kamu gimana?”
Asep: “Kita kan sohib, aku pasti ikut sedih…!”
Ucup: ”Kalo misalnya aku terjun ke jurang, kamu mau ngapain?”
Asep: “Aku akan teriak dari atas, woy udah mati belum?”
Ucup: “Sue deh gue...!”
logoblog

Tanya TPU


SUATU hari ada seorang kakek yang menanyakan tempat kepada salah seorang anak yang ada di sana.

Kakek: ”Cep, Aki mau tanya, kalau mau ke Tempat Pemakaman Umum (TPU) ke arah mana ya?”
Ujang: “Ohh Ki,  lurus aja. Nanti ada jalan raya, rumah sakit, mesjid, jalan sedikit sampai di kuburan.”
Kakek: “Yah jauh amat, apa ada jalan pintasnya?”
Ujang: “Ada Ki”
Kakek: “Jalan mana?”
Ujang: “Aki lurus sampai ketemu jalan raya, terus Aki diam di tengah jalan. Nah nanti Aki masuk rumah sakit, kalau beruntung, Aki langsung dibawa ke mesjid, dari sana enak, Aki gak perlu cape-cape lagi jalan ke kuburan, karena banyak jamaah yang nganter, dan tak lama kemudian Aki sampai di kuburan, cepat kan Ki?”
Kakek: “…….??”

logoblog

Wednesday, July 25, 2018

Panonpoena Dua


KACARITAKEUN di jero kelas, Pa Guru nitah murid-murid paalus-alus ngagambar gunung. Barudak teu harese deui langsung we ngagambar. Waktu Pa Guru  keur ningalian gambar hiji-hiji, aya hiji murid anu ngagambar gunung, tapi panon poena aya dua, Pa Guru kaget, pok anjeunna nanya.

Pa Guru: “Jang, kunaon maneh mah ngagambar pamandangan teh make aya dua panonpoena?”
Murid: “Muhun Pa, ieu mah ngarah caang we alam dunyana.”
Pa Guru (bari ngajewer ceuli muridna): “Naa ari maneh, bodo teh beak kusorangan….!”
Muridna nyengir bari nahan kanyeri.

logoblog

Dua Komentator Bola "Gila"


Momon: “Sesaat lagi pertandingan akan dimulai. Menurut Anda apa yang akan terjadi pada babak pertama Bung?”
Dudung: “Yang pasti babak pertama akan berjalan 45 menit Bung!”
Momon (senyum):  “Betul Bung, memang babak pertama akan berjalan 45 menit, pertanyaanku, apa yang akan terjadi pada 45 menit babak pertama ini Bung, prediksi Anda?”
Dudung (tiis): “Yang akan terjadi pada 45 menit pertama ini adalah mereka akan bermain bola
Bung….. !!”
Momon (tetep sabar): “Aaahhh……Udahlah, pertandingan sudah dimulai Bung!”
Dudung: “Iya Bung….!”
Momon: “M. Ridwan menusuk dari sisi lapangan…!!”
Dudung: “Sakitnya tuh pasti di sini Bung..!”  (sambil menunjuk jantung)
Momon: “Okto Maniani berani mencoba beradu sprint dengan pemain lawan dan menang Bung.”
Dudung: “Iya Bung, coba kalau adu wajah pasti kalah pemain kita Bung.”

Suasana tiba-tiba hening.

Momon: “Babak pertama berakhir dengan skor 0-0, sebelum babak kedua dimulai, saya mau bertanya, apa Anda optimis bakal menang?”
Dudung: “Bukan Bung, saya komentator!”
Momon (mulai panas): “Wah di babak kedua nampaknya pemain kita lebih bermain ofensif Bung!”
Dudung: “Salah lagi Anda, mereka bermain bola Bung, bukan bermain ofensif.”
Momon (mulai berasap): “Irfan dan Ferdinand tampaknya sering salah pengertian ya Bung?”
Dudung: “Karena kalo mereka saling pengertian, pasti udah jadian Bung.”
Momon: “Bung, menurut Anda selain postur tubuh, apa yang menjadi kelebihan pemain Arab Saudi dibandingkan dengan pemain Indonesia Bung?”
Dudung: “Tentu saja pemain Arab Saudi jauh lebih pinter bahasa Arabnya Bung!
Momon: “Irfan mengumpan bagus pada Gonzales Bung, daaaannn tendangan keras dari El Locco.....aaaaaahhhh sayang sekali Bung!!
Dudung: “Aku juga sayang sekali ama kamu Bung!!”
Momon (mulai marah): “Aaaaaargh!!! Bung kita ini lagi Live, serius!!”
Dudung:  “Aku serius ama kamu Bung!!
Momon (gembira): “Benarkah itu Bung?”
Dudung: “Iya Bung.. mmmmmmmuach…..!!
Akhirnya  kedua komentator gila  itu jadian.

logoblog

Mawar Yang Gugur


Darah melingkari arus pijakanku
Kutengok dan alur yang mengikuti
Tak sanggup mata yang melihat kekejian,
Namun langkah yang sempat hilang kini kembali pada sunyi. . .

Mawar merah yang gugur dan hening
Ku tak yakin itulah kau di sini. . .
Mengantar seorang pucuk melati untuk kembali,
Sehingga ku hilang rasa dan merasa.

Apalah aku?
Kembalilah aku pulang
Sampai ke ujung tombak yang tajam. . .
Merayu dalam asa, namun tak bisa untuk kembali memulihkan hati. . .

Marah tanpa arah. . .
Hilang tanpa mencari. . .
Pedih tanpa kau kembali. . .
Kudapati hanya dia bersamanya. . .
Dan mimpi yang indah itu hanya asap yang berdusta. . .

logoblog

Mereka yang Duduk di Kursi


Sudahlah.. matikan saja semua lampunya
Atau mungkin nyalakan satu lampu cempor
Agar mereka leluasa
Merampok separuh daging kita

Oh.. hatiku serasa ingin mati!
Tak kuat lagi aku untuk menangis
Rasanya ingin kutuangkan secangkir kopi panas
Pada wajah busuk mereka

Atau.. biar kubunuh sajalah!
Apa? Kau pikir aku kejam?
Hah.. ini sungguh tak sebanding
Jika setiap hari mereka hanya duduk di atas kursi mewah

Yang juga mereka curi dari hotel..
Sambil menghisap cerutu
Dengan santainya mereka hanya melihat
Budak-budak merasakan asin keringatnya sendiri

Hai tikus-tikus yang rakus!
Ke mana perginya hatimu?
Laganya saja memakai jas berdasi
Tapi moralnya bagai tak berbudi pekerti

Oh Tuhan.. aku tahu Kau Maha Baik..
Tapi apa Kau sengaja membiarkan mereka?
Dengan segala resah..

Aku hanya meminta
Jangan Kau jadikan anak-anaknya nanti
Tiada beda dengan bapaknya..
para koruptor!!

logoblog

Terkenang Yang Lalu


Dunia baru mulai merambah
Terbuka gerbang dunia yang berbeda
Di dalamnya, orang-orang dusta berbalut senyuman
Orang-orang biadab menjadi beradab

Detik-detik yang kutunggu telah tiba
Detik-detik kedewasaan mulai terhirup
Detik-detik yang katanya "asyik" akan menjemputku
Namun, di balik detik-detik itu aku meronta

Di mana kalian?
Di mana kesetiaan kalian?
Di mana kata-kata manis yang kalian umbarkan?
Tinggal ampas yang kalian sisakan!

Berbeda, memang...
Sembunyiku di antara kalian
Nostalgiaku dalam lamunan
Aku susuri lautan yang sesak oleh kenangan yang lalu
logoblog

Jatuh Cinta


Penari hati berpijak di atas harap
Bayang tak pernah luput dari penari
Tumbuhnya seribu mimpi
Berwujud bayang dalam harap

Tersiksa ku di antara  malam
Penari tak pernah berhenti mengusik
Ingin rasanya menjerit
Tapi jiwa malah tersipu

Malam seakan mengejek
Haruskah aku tinggalkan harap?
Kemudian pergi ke bulan?
Agar penari berhenti menari dan aku
bisa terbang bersama mimpi

logoblog

Surat Dari Ibu


Pergi ke dunia luas anakku sayang
Pergi ke kehidupan bebas
Selama angin masih buritan
Dan matahari pergi menyinari daun-daun
Dalam rimba dan padang hijau

Pergi ke laut anakku sayang
Pergi ke alam bebas
Selama hari belum petang
Dan warna senja belum kemerah-merahan
Menutupi pintu waktu lampau

Jika bayangan sudah pudar
Dan elang laut pulang ke sarang
Angin bertiup ke benua
Tiang-tiang seakan kering sendiri
Dan nahkoda sudah tahu pedoman

Kembali pulang anakku sayang
Kembali ke balik malam
Jika kapalmu telah merapat ke tepi
Kita akan bercerita
Tentang cinta dan hidupmu
Di pagi hari...

logoblog

Tuesday, July 24, 2018

Gara-Gara Punya Sebuah Radio


Diceritakan dalam sebuah keluarga yang baru menikah hanya terdiri dari suami isteri saja, dan hanya memiliki sebuah radio sebagai satu-satunya media informasi dan hiburan. Ketika itu, radio memang merupakan salah satu media informasi yang paling populer, lain halnya dengan sekarang. Kita bisa mendapatkan berbagai informasi dari berbagai macam media, termasuk dari internet. Dengan adanya satu buah radio tersebut sementara mereka punya acara kegemaran masing-masing yang berbeda. 

Pada suatu saat di sore hari, ketika sang istri hendak memasak sambil mengikuti resep memasak yang disampaikan dalam radio tersebut, tiba-tiba sang suami datang ingin mendengarkan siaran langsung sepak bola. Karena mereka hanya memiliki satu buah radio, akhirnya pasutri tersebut berebutan mengganti saluran kesukaannya. Sehingga akibatnya apa yang terdengar dari siaran radio tersebut menjadi aneh. Apa yang terdengar dari siaran radio tersebut, kurang lebih seperti ini:

"Para pendengar sekalian, kita akan mulai acara memasak hari ini dengan menu antara Persija melawan Persib. Wasit sudah meniup sebuah wortel muda. Kemudian dioper kepada pemain depan yang dicincang sampe halus, bumbu yang sudah digoreng dapat ditangkap dengan baik oleh penjaga gawang persija.

Lima siung bawang merah terjebak offside Saudara-Saudara.... apa yang terjadi... ? Bawang bombai yang sudah dicincang melakukan protes kepada wasit dan kemudian diberi kartu kuning. Tendangan bebas akan segera dilakukan oleh cabe keriting. Tiga ikan gurami sudah menunggu di depan gawang.

Tendangan bebas sudah dilakukan, bola menuju ke penggorengan yang sudah dipanaskan dan disambut oleh garam secukupnya dengan sundulan... dan masuuuuk…..! Saudara-Saudara, demikian akhir pertandingan ini, akan terasa nikmat jika disajikan dalam keadaan masih hangat. Jangan lupa menambahkan pemain cadangan agar gurihnya lebih terasa....."
logoblog

Kan Ku Ingat


Kawanku
Inilah hidup
kadang kita melihat
suatu saat kita kan menutup

ribuan jalan telah kita lewati
berbagai rintangan telah kita lalui
penuh keharuman bunga maupun bertabur duri
penuh suka maupun duka di hati ini

namun, kita telah tahu
kita tak selamanya bersatu
menempuh jalan hidup yang bertabur debu
bertabur dedaunan yang tak pernah tersapu

Semua bukanlah sekedar kenangan
semua bukanlah sekedar renungan
saat kita dalam kebersamaan
dalam suka maupun pengorbanan
logoblog

Dalam Dekapan Mereka


Di bawah rembulan, aku mengadu
Di bawah bintang-bintang, aku berkeluh kesah
Di bawah langit malam, aku berbisik
Di bawah mereka, aku didekap

Jeritan-jeritan terhenti di kerongkonganku
Raungan cerita ingin aku curahkan
Mencurahkan pada mereka
Namun, kelu menyuruhku diam dalam kesendirian

Ramai, namun sepi
Di depan mereka aku bertopeng
Tersenyum dalam tangis
Menangis di dalam senyuman
logoblog

Selamat Tinggal


Cinta…
Akan terasa hangat
Bak mentari pagi menyinari bumi
Saat menyambutnya dengan kebahagiaan
Namun cinta jugalah…
Yang membuat sengsara

Saat cinta telah membutakan
Mata hati dan pikiran
Senyum tak lagi merekah
Bahagia tak lagi terasa
Saat cinta mengatakan Selamat Tinggal…!
logoblog

Perlu Artikel Lain? Silahkan Cari Lagi di sini:

Artikel Populer